Menurut Sri, kerja sama ini dilaukan mengingat anggaran yang terbatas.
“Perlombaan tetap kita lakukan. Misalnya lomba pentas seni tradisi Kutai tetap berjalan dan untuk honor juri dan hadiah lomba kita gandeng pihak ketiga yang dalam hal ini adalah perusahaan,” katanya kepada Koran Kaltim, kemarin.
Khusus untuk lomba permainan tradisional Dispar menggandeng komunitas Rumah Budaya Kutai (RBK).
Menurutnya, ini merupakan sinergi yang baru dilakukan oleh Dispar untuk solusi mengatasi keterbatasan anggaran. “Ini merupakan sinergi yang baru, kalau dulu kan semuanya dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga, karena keterbatasan dana makanya kita mencoba untuk minta support pihak ketiga,” tegasnya.
Etau tahun ini dimeriahkan enam negara asing, yakni Hungaria, Polandia, Rumania, Meksiko, India, dan Turki. “Dari Asia ada India dan Turki, Amerika ada Meksiko dan Eropa ada Hungaria, Polandia dan Rumania,” sebut Sri. (hei)