Menurut Sri, sama seperti pada tahun lalu, pihak Dispar bersurat kepada pihak kecamatan yang kemudian camat mempersiapkan sanggar budaya seni terbaiknya di kecamatan untuk memeriahkan pesta adat Erau pada 21-29 Juli mendatang.
“Kita bersurat ke kecamatan yang kemudian camat menyikapi ini untuk mempersiapkan sanggar seni tari terbaiknya. Seperti sanggar seni dari Kecamatan Sebulu, mereka aktif melakukan komunikasi yang aktif kepada kami secara langsung, kita minta mereka juga berkoordinasi dengan pihak camat supaya mereka direkomendasikan dan ini berlaku di seluruh Kecamatan,” jelasnya.
Sementara itu untuk delegasi dari mancanegara ada enam negara yang datang pada Erau tahun ini yakni Hungaria, Polandia, Rumania, Meksiko, India dan Turki. “Dari benua Asia ada India dan Turki, Amerika ada Meksiko dan benua Eropa ada Hungaria, Polandia dan Rumania. Meski menyesuaikan kondisi anggaran yang ada, lomba seni tradisi Kutai tetap berjalan oleh karenanya kami menggandeng pihak ketiga untuk melengkapi item-item yang ada di setiap pelaksanaan lomba baik tari jepen, tingkilan dan seni lainnya serta permainan tradisional,” ungkapnya.
Sri menegaskan bagi seluruh delegasi mancanegara, Dispar juga menyusun agenda mereka agar turut hadir di acara Beseprah dan kirab budaya serta langsung menyaksikan lomba permainan tradisional. Tujuannya agar permainan tradisional bisa dipromosikan oleh delegasi mancanegara. “Mereka kita agendakan untuk turut menyaksikan permainan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat, rencana agenda ini akan dilakukan di lapangan pemuda dan lapangan basket Timbau. Sebenarnya beberapa tahun ini sudah pernah kita jadwalkan akan tetapi masih tercecer tidak fokus tempat kegiatannya,” tegasnya. (hei)