Selain itu, Kukar memang menjadi primadona karena berada di tengah-tengah Kota Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Barat sehingga banyak pintu masuk ke Kukar.
Banyaknya pintu masuk dan luasnya wilayah Kukar membuat pengamanan tidak terpantau dengan baik. Terlebih jarak antara satu Polsek sangat jauh, hingga ratusan kilometer.
“Kukar jadi pasar peredaran narkotika karena mungkin wilayah Kukar luas. Apalagi disini banyak perusahaan batu bara dan sawit. Rata-rata pekerja mereka penikmat narkotika ini,” kata Kapolres Kukar, AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskoba IPTU Romi.
Dari hasil pengungkapan khususnya Sat Reskoba Polres Kukar, rata-rata tersangka yang diamankan merupakan pekerja batu bara dan sawit. Alasan pemakai, agar mereka kuat saat bekerja. “Jadi narkoba itu mereka konsumsi sebagai doping biar kuat begadang seperti supir dan pekerja sawit,” bebernya, Rabu (4/7).
Bukti lainnya adalah hasil pengungkapan sabu seberat 33,73 gram/bruto di Kecamatan Tenggarong Seberang pada Selasa (3/7) menjelang tengah malam. Narkoba di bawa oleh kurir M Jaelani yang rencananya diedarkan di Tenggarong Seberang. (ami)