Pernyatan itu disampaikan staf Kasi Rehab Sosial Anak dan Lansia Dinsos Kukar, Hapipah menyusul ramainya kabar ihwal kehidupan Idrus di media sosial.
Menurut Hapipah, Idrus awalnya hendak dirawat oleh Dinsos Kukar dengan ditempatkan di panti jompo. Namun, ia kabur saat masih berada di gedung Loka Bina Karya (LBK) Dinsos Kukar.
“Sudah pernah kami urus dan berkoordinasi dengan RT dan kades setempat. Namun beliau kabur dari LBK saat subuh hari,” terang Hapipah kepada Koran Kaltim, Rabu (20/6).
Menurut Hapipah. Pihaknya mengevakuasi Idrus dari gubuk berdinding karpet bekas itu pada September tahun lalu. Rencananya, selain ditempatkan di panti jompo, Idrus juga akan didaftarkan ke BPJS Kesehatan. Namun yang bersangkutan keburu kabur.
“Kami sempat merawat beliau sekitar 2 minggu lebih di LBK. Ia memang kerap berpindah-pindah tempat sebelum menetap di sana dan mulai menanam pisang. Kita juga cari-cari keluarganya,” bebernya.
Sehari-hari, kata Hapipah, Idrus menjual pisang hasil tanamannya. Sebelum tinggal di gubuk di Desa Jembayan, ia diketahui tinggal di Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong.
Berdasarkan informasi masyarakat setempat, kata Hapipah, lansia itu memang kerap berpindah-pindah tempat juga kerap menolak ajakan warga untuk tinggal di tempat yang lebih layak.
“Sepertinya bapak itu tidak mau diurus lantaran ingin menjaga kebun pisangnya di kawasan gubuknya itu,” demikian Hapipah. (rf218)