Kenaikan itu, kata dia, terjadi akibat kosongnya stok ayam potong di seluruh kandang pemasok di wilayah Tenggarong.
“Karena itu kita naikan harga sampai Rp 80 ribu, bahkan salah satu teman sesama pedagang ayam menaikan sampai Rp 90 ribu. Saking kosongnya ayam dari pemasok,” kata Indra dikonfirmasi Koran Kaltim, Selasa (19/6).
Pedagang lainnya mengatakan bahwa pemasok tidak memberikan distribusi ayam secara merata menyebabkan kenaikan harga yang tak terkendali. Di kawasan Jl Maduningrat, kata dia, ada salah seorang pedagang yang memborong stok ayam dari kandang.
“Semuanya diborong habis sehingga pedagang yang lain tidak mendapatkan bagian, cuman dia saja yang punya stok ayam sehingga terjadi kelangkaan,” bebernya.
Pedagang berharap agar kondisi ini disikapi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kukar. Seorang pedagang menyebut bahwa kelangkaan daging ayam ini dimainkan oleh oknum pedagang lainnya.
“Kita minta Disprindag tidak menutup mata soal kenaikan harga ini, kenaikan harga bisa saja menyebabkan sepi pembeli, kami juga minta tolong selidiki jika ada yang mengakal-akali timbangan yang mereka pergunakan sehingga persaingan dagang adil,” pintanya. (rf218)