Menurut Sri, Dispar telah menyiagakan petugas di sektor-sektor padat kunjungan wisatawan, khususnya di Pulau Kumala karena minat kunjungan ke objek wisata tengah sungai Mahakam itu sangat tinggi. “Jadi nanti ada titik petugas keamanan kita petugas patroli juga petugas kebersihan. Untuk kebersihan kita berharap kerja sama pengunjung, karena sering kali pengunjung ini membawa bungkusan ke Pulau Kumala dan meletakkan bungkusan di mana mereka berada, seharusnya tetap dibawa dulu sampai mereka menemukan kotak sampah,” ungkapnya.
Dispar yang bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Polres dan Satpol PP tetap meminta kerja sama dukungan dari pengunjung, memang pihaknya mempersiapkan petugas lapangan, petugas kebersihan namun tidak arif dan bijaksana jika pengunjung membuang sampah sembarangan di tempat wisata.
“Karena ini objek wisata tentunya pengunjung ingin bersih rapi, tapi untuk mewujudkan ini kami tidak bisa sendirian, tentunya kami meminta dukungan dari pengunjung, termasuk yang melintas jembatan Repo-Repo jangan sampai ada bekas minuman, bekas plastik makanan ditinggalkan apalagi membuang sampah ke sungai Mahakam,” tegasnya.
Bagi yang memang berencana liburan ke Pulau Kumala, dalam libur lebaran kali ini ada komunitas kaligrafi yang karyanya sudah diakui skala regional yakni dengan memenangkan dalam kejuaraan pada perhelatan MTQ belum lama ini.
“Komunitas Kaligrafi asli Kukar, mereka yang sudah berpengalaman dan beberapa kali menjuarai MTQ di beberapa spot akan memamerkan kaligrafi hasil karyanya dan bagi pengunjung yang berminat bisa membeli untuk oleh-oleh dibawa ke rumah,” pungkasnya. (hei)