Sri berharap masyarakat tidak lagi heran dengan diberlakukannya partisi itu.
“Setelah informasi ini, pengunjung kami harapkan tidak bertanya-tanya, kenapa jembatan itu diPartisi, ini khusus dilakukan untuk musim puncak libur saja, jadi diberi barrier di tengahnya itu, untuk membedakan arus masuk dan arus keluar. Selama ini kan pengunjung bebas berfoto tanpa ada halangan di jembatan, jadi sekarang kita minta dukungan dari pengunjung untuk menyesuikan kondisi ini,” ungkapnya.
“Kalau mereka menginginkan foto sendirian mereka harus datang sebelum di hari puncak musim libur,” imbuhnya.
Seperti diketahui selama libur Lebaran objek wisata Pulau Kumala Tenggarong paling banyak dikunjungi para wisatawan untuk berlibur, puluhan ribu orang dari berbagai daerah seperti Samarinda, Balikpapan, Sangatta, dan Bontang bahkan mancanegara turut mengunjungi objek wisata tengah sungai itu.
Minat para wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Kumala tidak lepas dari dibangunnya Jembatan Repo-Repo. Hal ini tentunya berdampak pada pendapatan PAD bagi daerah serta peningkatan ekonomi masyarakat yang berusaha di Pulau Kumala serta rumah makan dan Restoran yang ada di sekitar Kota Tenggarong. (hei)