“Yang pertama mudiklah dengan bahagia, itu pesan dari pusat ‘kan dan kita komitmen untuk menyampaikan pesan tersebut kepada masyaakat Kukar dalam arti pergi dan sesampainya ke tempat tujuan dengan selamat, rumah dalam keadaan terkunci kemudian kendaraan yang dibawa itu harus dalam keadaan layak pakai,” kata Sunggono kepada Koran Kaltim, Senin (11/6).
Dishub juga mengimbau penyedia transportasi baik darat maupun sungai untuk memperhatikan keselamatan penumpang. Terlebih lagi bagi transportasi jalur air, menurut Sunggono, masyarakat belum terlalu familiar dengan transportasi itu. Dengan itu, pihaknya menekankan agar para penyedia transportasi lebih memperhatikan segala aspek pemudik terutama keselamatan penumpangnnya.
“Karena jika sampai ada kejadian yang tidak kita inginkan, kita pun tidak bisa membantu apa-apa. Maka alangkah baiknya para penyedia transpoirtasi sungai untuk bisa mempersiapkan hal-hal terpenting untuk menjaga keselamatan penumpang selama perjalanan,” tuturnya.
Bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Sunggono berpesan agar para pemudik tidak memaksakan diri untuk berkendara dalam keadaan yang tidak memungkinkan, dengan harapan agar mudik lebaran kali ini tidak hanya sebagai niat baik untuk bertemu dan bersilaturahim dengan keluarga di kampung halaman, namun memaknai mudik bahagia dalam kepentingan yang lebih besar.
“Para pemudik diminta untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi capek, ngantuk dan sebagainya demi menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain. (rf218)