Yayasan Lanjong Selalu Sumbangkan Hasil Pementasan
1 menit baca1.446 kali dibaca

TENGGARONG – Yayasan Lanjong Indonesia mengaku tidak pernah menjadikan penghasilan dari pertunjukan kesenian yang mereka adakan sebagai pendapatan, melainkan untuk didonasikan kepada yang dibutuhkan.
Hal tersebut disampaikan oleh Annisya Amelia Rukhmana A setelah berhasil menggelar event Sahur Mayur ke-9.
“Yayasan Lanjong Indonesia jika mengadakan kegiatan tidak pernah menjadikan uang tiket sebagai pendapatan, semuanya kita sumbangkan untuk yang membutuhkan,” kata Nesa kepada Koran kaltim, Minggu (10/6) lalu.
Nesa melanjutkan, memang banyak orang yang mengira bahwa uang tiket tersebut dijadikan pendapatan. Padahal, semua itu selalu disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Seperti penghasilan event Sahur Mayur ke-9 yang disumbangkan ke Ari Malibu, seniman musikalisasi puisi yang menderita kanker.
“Acara internasional Love and Fabulous Festival (LAFF) yang diadakan setiap bulan Februari itu, panitia semua tidak untuk fee, semuanya partisipan aja,” pungkas Nesa.
Seperti acara yang mereka selenggarakan selama tiga tahun terakhir, pihaknya menyumbangkan penghasilan yang didapat kepada panti asuhan dan orang lain yang membutuhkan. “Kami pernah menyumbangkan ke salah satu panti asuhan yang ada di Kecamatan Tenggarong kepada orang-orang dan seniman theater Kota Bontang yang dipanggil Mas Mamak,” demikian Nesa. (rf218)










