Pencegahan Terorisme Masih Sebatas Sosialisasi
1 menit baca2.834 kali dibaca

TENGGARONG – Kaltim merupakan daerah rawan disusupi kelompok faham radikalisme. Namun hingga kini, upaya pencegahan masih berkutat pada sosialisasi. Pemerintah dan masyarakat masih cuek menghadapi ancaman ini.
“Pendatang baru dari luar Kaltim tidak terdata dengan baik, RT belum bergerak maksimal mendata warganya. Pos Simkamling banyak kosongnya, tidak ada yang jaga. Kantor desa hanya buka setengah hari tanpa penjagaan, kondisi seperti ini sangat rawan dan berpotensi penyebaran faham radikalisme di masyarakat,” kata Akademisi Universitas Mulawarman, Edi Rahmad saat menjadi narasumber FGD Antisipasi Pelarian Orang Asing dan Jaringan Radikalisme di Kaltim, di Aula Serba Guna Hotel Grand Fatma, Kamis (6/7) yang digelar Forkopimda Kukar.










