“Ini bertujuan untuk memeriahkan ramadan di seluruh lapisan masyarakat Tenggarong. Lomba Begerak’an sahur terdiri dari kategori anak-anak dan remaja, Lomba Bercerita Islami untuk kategori anak-anak, dan Lomba Peragaan Busana Muslim dan Muslimah dua kategori yakni anak-anak dan remaja,” katanya..
Hariyadi mengatakan adapun yang menjadi penilaian bagi peserta lomba ialah penampilan, kreatifitas secara umum dan ide-ide setiap seluruh peserta lomba. “Sponsor kami dari Pemuda Sukarame dan Instansi sekitar. Untuk titik fokus acara kegiatan di Masjid Dawatul Khair dan Gerak’an sahur di Jalan Pranoto, Jalan diponegoro, Jalan Mulawarnan, dan kembali lagi ke jalan Pranoto,” ucapnya.
Untuk diketahui rangkain lomba ini dilangsungkan selama satu pekan yakni berakhir pada sabtu (9/6). Pihaknya berharap lomba seperti ini bisa terus dilestarikan dan pihak pemerintah memberi perhatian yang lebih kepada kegiatan remaja masjid yang bernilai budaya islami.
“Sarannya sangat-sangat perlu sekali perhatian dari pemerintah agar suasana ramadan setiap tahunnya ini menjadi lebih meriah, dan bisa menjadi percontohan untuk kampung-kampung lainnya yang ada di Tenggarong,” pungkasnya. (ea89)