“Saat ini jangan berharap bansos, jangan berharap dengan pemerintah daerah, kita swadaya saja dan untuk masjid yang di Mangkurawang sering kita imbauan setiap (salat) Jumat kepada para jamaah kalau kita saat ini sedang memerlukan material jenis ini sekian. Lebih baik begini karena memang lebih relevan,” katanya kepada Koran Kaltim, kemarin.
Seperti diketahui renovasi Masjid Darul Mutmainah Mangkurawang sejak 2008 lalu mengalami kesulitan dana.
Saat ini masjid baru dibangun setengahnya, dan pembangunan ini memang mendesak lantaran tiang utama bangunan masjid lama sudah termakan usia dan dikhawatirkan roboh jika tidak dibangun ulang.
Jon mengungkapkan masjid itu ada tingkatannya, untuk masjid yang berstatus sebagai masjid kecamatan ialah masjid yang letaknya di Mangkurawang. “SK-nya ya ada di bupati, yang lainnya itu ya status-nya masjid jami’ saja. Kalau Masjid Agung itu statusnya masjid kabupaten. Harusnya masjid kecamatan ini lah yang diprioritaskan karena memang pembangunannya belum selesai,” ungkapnya.
“Jadi meskipun ada banyak masjid-masjid yang tersebar di kecamatan, hanya ada satu masjid yang berstatus masjid kecamatan, dan untuk Kecamatan Tenggarong, status masjid kecamatan ialah Masjid Darul Mutmainah yang letaknya di Mangkurawang. Saya cukup miris saja berstatus masjid kecamatan justru pembangunannya terabaikan,” imbuh Jon. (hei)