Panganan khas Kutai yang dijual pun beragam, inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari kios rumahan Ardani yang beralamat di Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong, sehingga tidak pernah sepi pengunjung setiap harinya.
“Ia rata-rata jauh sebelum waktu berbuka tiba, kue yang kami jual pasti sudah habis terjual,” katanya kepada Koran Kaltim kemarin.
Menurut Salwa, selain memiliki cita rasa yang khas, panganan khas kutai yang dijualnya memang diproduksi dengan bahan-bahan alami dan tanpa menggunakan pemanis buatan.
Selain itu juga harga yang ditawarkan kepada pembeli pun sangat terjangkau, yakni hanya Rp 5 ribu.
“Kebanyakan orang membeli memang untuk menemani santapan pembuka untuk berbuka puasa, karena memang mayoritas kue yang kami jual disini ialah bernuansakan rasa manis, baik itu manis dari gula merah maupun manis dari gula putih,” terangnya.
Untuk diketahui ada tujuh varian kue khas kutai yang dijual oleh Salwa di kios rumahnya, yakni amparan tetak gula merah, podang, sari muka, amparan tetak gula putih, podang kentang bakar, bingka bakar dan putri selat.
“Alhamdulillah walau keuntungannya dalam satu wadah hanya Rp 5 ribu. insyaAllah berkah, yang penting semua orang yang membeli senang dan bulan puasa bisa kita jalani dengan penuh khidmat,” pungkasnya. (hei)