“Tapi kalau pengendara bisa menyebabkan laka lantas, maka tindakan tilang akan diberlakukan,” kata Ramadhanil.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat ini, kata dia, Polres bersama Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Satpol PP, dan TNI akan mempersiapkan dua posko di ‘jalur tengkorak’, poros Balikpapan-Samarinda.
Di jalan Soekarno-Hatta itu akan disediakan posko keselamatan di kilometer 14 Kecamatan Loa Janan dan kilometer 54 Kecamatan Samboja. “Posko di sana untuk memantau arus mudik Idulfitri,” bebernya.
Biasanya, Operasi Ketupat ini dilaksanakan selama 14 hari. Hanya saja, sampai sekarang belum ada Telegram Rahasia (TR) untuk kepastian kapan Operasi Ketupat ini dilaksanakan. “Kita tunggu dulu TR-nya,” bebernya.
Para pemudik diharapkan bisa waspada ketika melaju di jalur tengkorak itu. Sebab hasil survei Polres Kukar bersama instansi terkait, ada lima titik jalan amblas dan longsor di Poros Balikpapan-Samarinda.
“Pengendara juga diharapkan untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua, lebih baik menggunakan roda empat agar lebih aman selama dalam perjalanan,” imbuhnya. (ami)