“Ada 16 kasus HIV yang ditemukan di Kabupaten Kukar hingga Akhir April Lalu. Sehingga secara kesuluruhan ada 76 kasus,” kata Triatmo kepada Koran Kaltim, Senin (28/5).
Paling umum, penyakit ini disebarkan melalui hubungan badan yang tidak sehat, penyalahgunaan gunaan narkoba menggunakan jarum suntik secara bergantian dan membuat tato menggunakan jarum yang tidak steril. Triatmo mengatakan, wilayah pesisir paling mendominasi banyaknya pengidap HIV/AIDS.
“Mengenai penyebaran melalui seks yang tidak sehat, terbanyak di daerah pesisir yang pernah terdapat lokalisasi,” pungkasnya.
Triatmo melanjutkan,upaya-upaya yang dilakukan Dinkes Kukar sejauh ini yaitu dengan meningkatkan kegiatan promosi tentang bahaya HIV/AIDS melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas dan penduduk yang berisiko terinfeksi HIV/AIDS dilakukan proses skrining dan VCT mobile kepada penduduk yang berisiko terinfeksi.
“Merujuk hasil screening dan VCT mobile yang dinyatakan reaktif ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, sekaligus menentukan positif atau negatif, Selanjutnya jika memang dikabarkan positif maka akan mendapatkan pengobatan antiviral (ARV) dan kita pantau selama pengobatannya,” terangnya.
Sebelumnya, Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial Provinsi Kaltim telah memberi jatah bantuan berupa pemenuhan gizi bagi orang dengan HIV/AIDS. Namun dari 76 penderita, hanya lima yang menerima bantuan itu. (rf218)