“Terpaksa kita naikkan harganya karena di mana-mana susah diperoleh,” katanya saat berbincang dengan Koran Kaltim, kemarin.
Menurut Yulianti, pedagang kesulitan mendapatkan stok. Persediaan di kandang juga tak memenuhi permintaan.
“Kita datangkan dari Samarinda, Balikpapan bahkan kemarin kita mendatangkan dari Berau. Kelangkaan ini sudah terjadi dalam dua bulan terakhir,” ungkapnya.
Kenaikan harga daging ayam ini berdampak buruk bagi pedagang. Menurut Yulianti, di hari-hari biasa, ia bisa menjual 1.000 ekor, namun dengan kondisi sekarang ini hanya mampu menjual 400-500 ekor.
“Kadang kita pesan untuk tanggal 14 misalnya, malah meleset dan mundur dari pesanan, entah pesanan kami dilempar dulu ke mana atau memang stok ayamnya yang memang tidak ada,” tegas pedagang yang sudah berjualan ayam potong selama 30 tahun ini.
Kasi Pengembangan Perdagangan Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kukar, Rahmah Sartika Dewi mengakui kondisi itu. “Iya masih mengkhawatirkan stoknya, harga mahal yang kini ada imbas karena langkanya ayam di pasaran,” sebutnya. (hei)