Di lapangan parkir Stadion Rondong Demang, aksi coret-coret seragam kembali dilakukan. Beberapa pelajar bahkan menyulut api menggunakan menggunakan cat semprot. Kurangnya penerangan di lapangan parkir itu menyebabkan sulutan api terlihat jelas.
Seorang pelajar menyebut aksi coret-coret seragam merupakan tradisi tahunan setiap kali pengumuman kelulusan.
“Sekolah memang mengimbau agar kami tidak konvoi dan mencoret baju, tapi tetap kami lakukan. Ini bentuk kegembiraan kami,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Ideris menjelaskan, Disdikbud Kaltim sebenarnya telah mengeluarkan surat imbauan agar tidak ada aksi konvoi dan coret-coret seragam serta sarana umum saat pengumuman kelulusan.
Imbauan itu dikeluarkan menindaklanjuti surat Surat Polda Kaltim Nomor: B/1893/IV/HUK 10.1/18 tertanggal 23 April ihwal larangan konvoi.
Karenanya, kata Ideris, sekolah semestinya mensiasati agar pengumuman kelulusan tidak diwarnai aksi coret-coret dan konvoi.
Aksi coret-coret di lapangan parkir Stadion Rondong Demang Tenggarong baru berakhir setelah pedagang angkringan yang berjualan di lokasi itu berdatangan, sekitar pukul 19.30 Wita. (rf218)