Edi Sulistianto mengatakan Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan serta keterampilan perangkat desa dalam mengelola keuangan desa. “Melalui pelatihan ini diharapkan pengelolaan dan pelaporan keuangan desa menjadi lebih bersih dan akuntabel,” katanya.
Menurutnya dengan peningkatan kompetensi pengelolaan keuangan desa, diharapkan tata kelola administrasi desa dapat berjalan secara optimal serta dapat di pertanggungjawabkan secara tepat dan benar.
Doddi Setiadi mengatakan Simkeudes dibuat lebih mudah dan sederhana sehingga pihak desa lebih mudah dan cepat dalam membuat sistem pelaporan. “Kita semua tahu latar belakang pendidikan dari aparatur desa termasuk kades berbeda. Sehingga perlu adanya sistem yang mudah dan sederhana. Begitu juga sistem pelaporannya bisa secara online dan offline mengingat persoalan listrik dan jaringan internet di setiap daerah berbeda,” katanya.
Sedangkan Ardinur mengatakan dalam Bimtek ini pihaknya juga mengundang perwakilan BPKAD dan Inspektorat Kukar. Tujuannya untuk menyamakan persepsi saat BPKAD dan Inspektorat melakukan audit tentang sistem yang dipakai yakni Siskeudes.
Ia berpesan kepada peserta agar secara sungguh-sungguh mengikuti Bimtek ini karena banyak ilmu yang akan didapatkan, sehingga nantinya bisa ditularkan kepada aparatur desa di tempat masing-masing.” Ikuti dengan baik, karena penting ilmunya untuk pengelolaan keuangan yang akuntabel, transparan dan bersih,” katanya. (ran)