Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, H Marli mengaku risih melihat keadaan gedung yang nampak tak terurus dengan baik itu.
“Kita mau perbaiki tapi kan itu asetnya provinsi, kita ga bisa apa-apa. Kami melihatnya agak risih juga, bangunan sebesar itu ditumbuhi rumput gak jelas,” ujarnya ditemui di Pendopo Lamin Etam Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (8/3) kemarin.
Marli mengaku, Pemkab Kukar sudah pernah menyarankan provinsi untuk lebih ‘welcome’ dengan Kukar, karena aset tersebut berada di Kukar.
Bagaimanapun, lanjut dia orang mengetahui objek tersebut ada di Kukar, maka orang akan berfikir itu merupakan aset Kukar.
padahal, mulai dari pengelolaan, sampai dengan anggarannya ada di Pemprov Kaltim, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.
“Anggaran yang dialokasikan lewat pemkab, juga tidak ada. UPTD-nya kan di bawah UPTD Kebudayaan Disdik Kaltim kan juga di provinsi. Jadi tolong saya saran saja, provinsi lebih proaktif bagaimana melihat dan merawat kondisi asetnya, jangan Kukar lagi jadi salah nanti,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, tiga gedung baru di kompleks Museum Mulawarman retak dan bocor. Hasil kajian Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, kondisi gedung mengkhawatirkan. Kepala Museum Negeri Mulawarman, Tanto Kusneri mengatakan kerusakan gedung telah disampaikan kepada Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. (rs)