Menurut Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Disperindag Kabupaten Kutai Kartanegara, Rahmah Sartika Dewi, kenaikan harga tersebut dipengaruhi gagal panen dan jarak masa panen terbilang cukup jauh.
“Kaerna sering terjadi gagal panen dan jarak waktu panen terbilang senggang sehingga hasil panen tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan konsumen,” kata Rahmah, Jumat (2/3) pagi.
Menurut pengamatannya, fluktuasi yang terjadi pada beberapa komoditi akan kembali ke harga sebelumnya dalam kurun waktu 2 minggu. “Terhitung tanggal 26 februari sampai sekarang, fluktuasi harga produk pasar Gerbang Raja Mangkurawang, beras rapak eks lokal atau IR 64 %, mengalami guncangan harga tipis Rp12.000 – 12.500 semenjak satu bulan terakhir. Begitu pula daging ayam dan telur boiler, naik 5,71% atau dari Rp33.000,- menjadi Rp. 35.000perkilogramnya, sekarang komuditas tersebut kembali turun ke harga sebelumnya,” jelas Rahma.
Pedagang pasar, M Suriansyah membenarkan soal kenaikan harga beberapa komoditas barang pokok tersebut. “Saya mengambil keuntungan Rp. 1000,-, jadi untuk pembeli di warung mungkin harganya lebih tinggi dari data pemerintah,” tuturnya. (Rf218)