“Kita berharapnya pemerintah bisa memberikan solusi untuk kita semuanya, pihak pemerintahnya enak, kita juga enak, sama-sama menguntungkan lah,” harap Masdiah.
Berjualan di pinggir jalan jelas mengganggu estetika dan kenyamanan pengguna jalan. Kepala Bagian Pengamanan dan ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Tri Joko Kuncoro mengatakan, pihaknya telah memberikan teguran kepada pedagang yang tetap berjualan di pinggir jalan dan berencana akan melakukan penertiban.
“Akan kita lakukan penertiban nantinya bagi pedagang yang berjualan di pinggir jalan, karena yang namanya berjualan di pinggir jalan itu tidak diperbolehkan, sering kali kita lakukan penertiban namun pedagang suka main kucing-kucingan,” kata Tri, Kamis (1/3).
Selain itu, aktivitas para pedagang juga dikeluhkan oleh petugas kebersihan dari KKPP. Seorang petugas kebersihan yang minta identitasnya tak disebutkan, mengaku gerah dengan tumpukan sampah di kawasan terminal.
Menurutnya, setelah dilakukan pembersihan di bagian parit terminal, dalam kurun tiga hari sampah menumpuk kembali. Sampah berasal dari aktivitas pedagang buah dan pedagang lainnya yang ada di sekitar area Terminal Tangga Arung. “Takutnya sampah-sampah disitu menjadi sarang nyamuk, malah kena demam berdarah nanti,” katanya. (Rf218)