Namun sebelumnya, anggaran itu tetap diusulkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), namun dicoret dalam pembahasan. “Untuk bantuan stimulan 2018 tidak disetujui,” kata Arsad.
Tapi, kata dia, bantuan untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di beberapa univesitas ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) tetap ada. “Kecuali beasiswa kerja sama, mereka tetap dapat karena kontrak,” ujar Arsad.
Alasannya, kata dia, sudah ada kerja sama yang dijalin dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di UI dan beberapa universitas ternama itu menunjukkan prestasi dan kualitas yang membanggakan.
“Saya lupa berada jumlahnya tapi mereka kulian di beberapa universitas ternama seperti UI sampai UGM,” beber Arsad.
Presiden BEM Unikarta, Sueb sangat menyayangkan tidak adanya bantuan pendidikan tahun ini. “Ini menurunkan semangat mahasiswa dalam menempuh pendidikan,” keluhnya.
Sebab, beasiswa biasa digunakan mahasiswa untuk membayar biaya kuliah.
Padahal, kata Sueb, jika mengacu UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah diwajibkan menganggarkan anggaran 20 persen untuk pendidikan. “Nah menurut saya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak membuka penerimaan beasiswa 2018, memang kita ketahui bahwa anggaran 20 persen itu bukan cuma untuk mahasiswa saja, tapi setidaknya ada untuk mahasiswa,” terangnya. (ami)