Hal ini sesuai rapat antara Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, perusahaan, warga, dan DPRD Kukar yang dipimpin Rudiansyah. “Tim kita sudah survei lokasi,” kata HM Yamin, Kepala DPU Kukar, pekan tadi.
Keterlibatan perusahaan dalam membantu pembangunan di Kukar memang sangat diperlukan mengingat kondisi anggaran pemkab yang tengah defisit hingga triliunan rupiah.
“Kita sudah rapat di DPRD, untuk anggaran belum bisa sebutkan karena ini masih hitung volume dan kemampuan perusahaan,” katanya kepada Koran Kaltim.
Perbaikan ini sendiri kemungkinan bergantung kondisi keuangan perusahaan, namun DPU Kukar mendorong agar perbaikan dilakukan secara permanent seperti beton, bukan hanya sekedar perbaikan dengan agregat.
Tujuannya tentu agar jalan tersebut tidak mudah rusak lagi sehingga dana yang dikeluarkan tidak cenderung sia-sia. “Itu ada 14 perusahaan, tapi belum termasuk kontrakrtornya,” beber Yamin.
Diketahui, warga Jembayan Dalam hingga Long Anai memang sangat mengeluhkan akses darat utama mereka yang selama ini tidak pernah diperbaiki dan rusak parah. Semenisasi jalan hanya dilakukan hingga perbatasan Desa Jembayan Tengah.
Namun puluhan kilometer dari Jembayan Dalam ke Long Anai masih berbatu. Warga pun harus bersusah payah jika ingin melintas karena beberapa titik mengalami kerusakan cukup berat, berlubang dan berlumpur.
“Komitmennya secara lisan sudah ada, tapi kita masih menunggu rapat selanjutnya yang rencananya dilaksanakan pekan depan (minggu ini, Red.),” beber Yamin.
Wakil Ketua DPRD Kukar Rudiansyah mengapresiasi kepedulian perusahaan untuk memperbaiki jalan tiga desa itu. “Memang beginilah seharusnya, dunia usaha jangan hanya mengeruk hasil SDA kita tapi juga berdaya guna bagi wilayah operasinya dan masyarakat Kukar secara keseluruhan,” pungkasnya.(ami/hei)