Namun, diakui Ali, rencana itu tidak sepenuhnya didukung anggota FTHK. Beberapa di antaranya mengangap dia lari dari tanggung jawab. “Beberapa teman ada juga yang berpikiran kalau saya lari dari perjuangan. Tapi biasalah pro dan kontra pasti ada. Berbuat baik saja kita pasti diomongkan orang,” ujar Ali.
Ali juga telah mengumumkan niatnya untuk mundur dari posisi ketua FTHK. Keputusan itu, kata dia, bukan karena niatnya untuk nyaleg tapi karena faktor usia. “Saya udah 12 tahun jadi THL. Jadi atau tidak saya tetap akan berhenti,” ungkapnya.
Namun niat Ali untuk mencalonkan diri di Pileg mendatang melalui Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tidak mudah. Apalagi dirinya bukan kader partai besutan Prabowo itu.
“Rencananya Gerindra, tapi masih sebatas omongan saja dulu, jika memang memungkinkan, ya Alhamdulillah,” tutur Ali pada Koran Kaltim, Selasa (13/2) lalu.
Ketua DPC Gerindra Kukar, Rudiansyah mengatakan untuk maju menggunakan perahu Gerindra di Pileg 2019, Ali harus mengumpulkan 3.000 dukungan berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) serta Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Alasannya, agar para Caleg memiliki kepastian terpilih saat pemilu mendatang sehingga tidak mengalami kerugian karena harus keluar modal kampanye. “Kenapa 3.000 KTA dan KTP, kita ingin caleg kita mempunyai peluang terpilih karena sudah mengumpulkan dukungan,” ujar Rudi.
Ali Rohman, kata dia, berencana akan maju sebagai caleg Daerah Pemilihan I (Tenggarong). (rf218/ami)