Kondisi Sekarang Bisa Bertahan Saja Sudah Bagus
1 menit baca1.459 kali dibaca

TENGGARONG -Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Fathan Djoenaidi menyebutkan proyeksi kondisi menurunnya APBD pada tahun 2018 memaksa Pemkab Kukar memutar otak.
Menurutnya, jika hanya mengandalkan pendapatan dari dana perimbangan bagi hasil Migas sudah dipastikan tidak akan mengalami kenaikan. Justru yang terjadi penurunan pendapatan. Kondisi ini mengancam pembangunan Kukar.
Kondisi saat ini bisa mempertahankan pendapatan yang ada sudah sangat bagus dari pada berupaya melebihi target yang telah ditentukan. “Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kita miliki saat ini bisa dikatakan sudah bagus tapi jika dijadikan patokan untuk pembiayaan bahkan menopang secara keseluruhan bisa dipastikan masih jauh dan sangat berat,” katanya.
Kondisi ini diperparah dengan masih banyaknya kewajiban Pemkab Kukar terkait utang kepada pihak ketiga. Belum lama ini, DPRD melakukan rapat koordinasi bersama perwakilan Depdagri dan dari hasil tersebut ada beberapa yang ditawarkan jika Pemkab Kukar tidak ingin terkena denda akibat belum tuntasnya pembayaran utang kepada pihak ketiga.
Mulai dari mengambil semua modal usaha yang disertakan di Perusda untuk dibayarkan ke pihak ketiga, kemudian ada opsi selama tiga bulan PNS maupun anggota DPRD terpaksa tidak memperoleh gaji.
Fathan menerangkan kondisi sekarang dan kondisi dulu sangat jauh berbeda. Menurutnya kondisi keuangan Kukar memang masih sangat tergantung dengan produksi Batu Bara dan Migas.
“Dulu pada saat batu bara dan Migas sedang bagus-bagusnya, PAD kita dari sektor pajak dan retribusi juga ikut bagus bahkan mendekati angka Rp400 juta. Sekarang jangankan mencapai target, bisa mempertahankan PAD yang ada saja sudah sangat bagus,” terang Politisi Partai Golkar ini.
“Dengan adanya batu bara dulu pajak dari rumah makan dan usaha katering memang signifikan, jauh dibanding dengan sekarang. Saat ini yang bisa kita genjot terus mempertahankan pendapatan dari pajak dan retribusi serta memperkuat sektor wisata, dan itupun pertambahannya untuk APBD kita kurang signifikan,” imbuh Fathan. (hei)










