Dalam pertemuan itu, Anwar meminta wartawan di Kukar bisa memberikan edukasi terkait maraknya pemberitaan di media sosial (Medsos) yang mengandung informasi palsu alias hoax.
“Ini penting bagi kita menggunakan sarana media sosial sebagai sarana edukasi. Saat ini terjadi pergeseran penggunaan media sosial menjadi tempat membuat berita hoax dan ini ada yang dipercaya warga,” katanya.
Dari survei tentang beberapa situs berita hoax, hanya 30 persen yang memberikan klarifikasi, sisanya tidak. Ironisnya, setelah tersebar, hoax telanjur dipercaya dan menjadi opini di kalangan warga karena menelan mentah-mentah informasi tersebut.
Warga pun lansung men-judge sesuai materi yang diberitakan. “Makanya ini yang saya minta untuk hati-hati dan meminta rekan-rekan media untuk membantu menghalau berita sifatnya hoax,” bebernya.
Menurutnya, ini sangat penting mengingat Kaltim akan menghadapi pesta demokrasi yakni Pilgub 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019. Peran media memberikan informasi sangat yang akurat sangat dibutuhkan.
Ngopi Bareng Kapolres bersama wartawan ini mengusung tema meningkatkan sinergitas kepolisian dengan awak media sebagai social control informasi tanpa hoax jelang Pilkada 2018.
Kapolres juga memaparkan 7 programnya di Kukar, yakni apel bersama stakeholder, door to door, ngopi bareng warga, patroli dialogis, saber preman, dakwah kamtibmas dan polisi sahabat pelajar. (ami)