Investasi di Kukar Meningkat, Tambang Masih Menjadi Primadona
1 menit baca1.202 kali dibaca
TENGGARONG – Investasi di Kutai Kartanegara semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan data realisasi investasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP) Kukar antara 2016 dan 2017 mengalami kenaikan hingga 100 persen lebih.
Data realisasi investasi berdasarkan sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan PMA (Penanaman Modal Asing) di Kukar pada 2016 mencapai Rp 2,1 triliun lebih. Sementara di 2017 mencapai Rp 5,4 triliun.
“Pada 2016, realisasi investasi di Kukar didominasi PMA sebesar Rp 1,6 triliun, sementara PMDN hanya Rp 506 miliar,” kata Plt Sekretaris DPM dan PTSP Kukar, Bahauddin, Selasa (23/1).
Sebaliknya di 2017 lalu, realisasi investasi didominasi oleh PMDN sebesar Rp 3,2 triliun dan PMA hanya Rp 2,1 triliun. “Untuk sektor investasi itu masih didominasi tambang batu bara dan perkebunan, terutama sawit,” bebernya.
Namun, kata dia, kurangnya realisasi investasi di 2016 lalu juga dipengaruhi beberapa hal. Seperti sempat anjloknya harga batu bara sehingga banyak penguasaha baik PMA maupun PMDN tidak melakukan investasi.
Selain itu, adanya indikasi bahwa pengusaha tidak melaporkan investasinya ke Pemkab Kukar setelah terbitnya izin prinsip. “Tapi seiring stabilnya harga batu bara maka realisasi investasi kembali menggelora. Bahkan dibanding 2016, di 2017 ini realisasi investasi naik hingga 100 persen,” bebernya.
Sementara di 2018 ini, kata Bahauddin, pihaknya belum bisa menyebutkan target investasi karena DPM dan PTSP masih harus melaksanakan sinkronisasi data dengan Bappeda terkait RPJMD Kukar. (ami)










