“Predikat sebagai sekolah Adiwiyata nasional ini kami raih melalui proses yang cukup panjang,” kata Kepala SDN 018 Tenggarong, Saidah Hafinah kepada Koran Kaltim, kemarin.
Menurut Saidah, sekolah yang mendapat Adiwiyata Nasional terlebih dahulu mendapat gelar Adiwiyata Provinsi dan Kabupaten. “Dan harus lolos penilaian tim Adiwiyata Nasional dan mendapat nilai minimal 75,” ujarnya.
Penilaian itu meliputi empat bagian, seperti kurikulum pembelajaran yang terorientasi kepedulian lingkungan dari visi dan misi sekolah, kebijakan sekolah, pemenuhan sarana dan prasarana, serta kerja sama dengan pihak ketiga.
“SDN 018 sudah bekerjasama dengan berbagai lembaga, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan. Kita merencanakan juga akan bekerjasama dengan perpustakaan daerah, “katanya.
Saidah bertekad akan meningkatkan prestasi itu, dari Adiwiyata Nasional menjadi Adiwiyata Mandiri. “Untuk mendapatkan Adiwiyata Mandiri memang agak berat, kita harus meraih nilai 82. Selain itu ada lagi Adiwiyata Asean dan nilai yang harus didapat 92 poin,” jelasnya.
Sekadar diketahui, Adiwiyata Nasional merupakan penghargaan yang diberikan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup kepada sekolah yang dianggap sadar dan peduli terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup. (ran)