Rabu, 30/09/2026
Rabu, 30/09/2026
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Rabu, 30/09/2026

Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai memengaruhi pola kerja masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) khususnya petani dan pekebun dalam mempersiapkan ladang.
Meski tetal menjalankan aktivitas pertanian, namun waktu untuk membersihkan hingga menyiapkan lahan kini harus lebih menyesuaikan kondisi alam.
Bagi masyarakat Mahulu, menentukan waktu persiapan ladang selama ini banyak mengandalkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.
Masyarakat memiliki perkiraan mengenai waktu yang biasanya dianggap tepat untuk mulai membersihkan dan menyiapkan lahan.
“Biasanya di bulan-bulan tertentu masyarakat sudah tahu waktu untuk membersihkan atau menyiapkan ladang,” ujar Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, Rabu (30/9/2026).
Namun kondisi cuaca yang berubah membuat pola tersebut tidak lagi mudah diterapkan secara pasti.
Kemarau yang lebih panjang membuat masyarakat perlu melihat kondisi tanah, ketersediaan air dan perkembangan cuaca sebelum menentukan tahapan pertanian berikutnya.
Masyarakat tetap dapat melakukan persiapan ladang, tetapi pelaksanaannya perlu menyesuaikan kondisi alam yang sedang dihadapi.
Kondisi ini menjadi perhatian karena aktivitas pertanian masyarakat sangat bergantung pada keadaan alam.
Perubahan waktu hujan dan panjangnya musim kemarau dapat memengaruhi tahapan pengolahan lahan hingga waktu penanaman.
Pemerintah Kabupaten Mahulu terus memperhatikan kondisi tersebut agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan menyesuaikan perubahan musim.
Pengetahuan masyarakat mengenai pola alam tetap menjadi bagian penting, namun kini perlu dipadukan dengan kondisi cuaca yang berkembang.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 30/09/2026
Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER