Rabu, 30/09/2026
Rabu, 30/09/2026
Lahan bekas terbakar akibat karhutla di Kubar yang menyisakan asap (Adi/korankaltim.com)
Rabu, 30/09/2026

Lahan bekas terbakar akibat karhutla di Kubar yang menyisakan asap (Adi/korankaltim.com)
Penulis: Kusmas Riadi
KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubar mencatat ada sebanyak 1.504 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode Juni hingga September 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kubar Barnabas mengatakan, jumlah kasus tersebut meningkat dari Juni hingga mencapai angka tertinggi pada Agustus. Kasus ISPA pada Juni tercatat sebanyak 194 kasus dan meningkat menjadi 415 kasus pada Juli kemudian mencapai 478 kasus pada Agustus. Sementara hingga pekan ketiga September, tercatat 417 kasus. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. “Kalau dilihat di data ini, justru agak menurun di bulan September sampai dengan minggu terakhir,” ujar Barnabas kepada Korankaltim.com, Rabu (30/9/2026).
Data tersebut dihimpun dari kasus yang tercatat melalui pelayanan kesehatan, terutama warga yang datang berobat ke puskesmas. Pencatatan juga dapat mencakup temuan dari kegiatan posyandu maupun pelayanan puskesmas keliling.
Namun jumlah kasus yang tercatat belum tentu menggambarkan seluruh warga yang mengalami gangguan kesehatan. Menurut Barnabas, masih ada kemungkinan masyarakat yang mengalami keluhan memilih mengobati diri sendiri, membeli obat tanpa memeriksakan diri, atau menggunakan ramuan tradisional. “Ada juga yang beristirahat dan menunggu sembuh sendiri, data itu yang kami tidak tahu berapa jumlahnya,” papar Barnabas.
Keluhan kesehatan yang kerap ditemukan di tengah kondisi kabut asap antara lain batuk, pilek, sesak napas, hingga mata perih. Paparan asap juga menjadi perhatian bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, terutama asma dan penyakit jantung, karena dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.
Masyarakat diminta lebih waspada terhadap kabut asap yang menyelimuti wilayah Kubar. Asap dari proses pembakaran dapat mengandung zat berbahaya yang berisiko mengganggu kesehatan apabila terhirup sehingga masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah ketika kondisi asap sedang tebal. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada bayi, balita, lanjut usia serta warga yang memiliki penyakit seperti asma dan jantung.
Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, ia mengingatkan agar menggunakan masker dan mengurangi paparan kabut asap.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 30/09/2026
Lahan bekas terbakar akibat karhutla di Kubar yang menyisakan asap (Adi/korankaltim.com)
TERPOPULER