Kegiatan tersebut digelar di depan Masjid Baitul Mutaqin, Ujoh Bilang Senin (31/8/2026) hari ini, menyasar masyarakat yang dinilai rentan terhadap dampak paparan asap, terutama lanjut usia (lansia), anak-anak, balita dan ibu hamil.
Ketua Karang Taruna Mahulu Owena Mayang Shari Belawan, mengatakan kegiatan tersebut lebih diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan dan tetap terbuka bagi masyarakat umum yang ingin melakukan pengecekan kondisi kesehatan.
“Cek kesehatan gratis ini sasarannya lebih utama untuk kelompok rentan, seperti lansia,balita, terus anak-anak yang mudah terkena kondisi sekarang, terkena asap itu, dan juga ibu hamil. Tapi kita juga tetap membuka untuk masyarakat umum,” kata Owena kepada Korankaltim.com.
Dalam pelaksanaannya masyarakat mendapatkan pendampingan dari tenaga kesehatan termasuk perawat. Karang Taruna Mahulu juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas untuk memberikan pendampingan tenaga kesehatan di lokasi kegiatan.
Selain pemeriksaan kesehatan, Karang Taruna Mahulu membagikan masker, termasuk vitamin serta susu untuk anak-anak. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan diri dari paparan asap.
Dari pantauan di lapangan masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk menggunakan masker meski kondisi asap di Mahulu saat ini dinilai sudah membahayakan kesehatan.
“Saat ini saya lihat masih banyak masyarakat yang belum sadar terhadap dirinya sendiri bahwa dampak yang diberikan oleh asap yang sekarang ada di Kabupaten Mahakam Ulu itu statusnya sudah sangat berbahaya,” ujarnya.
Kondisi tersebut juga terlihat pada anak-anak dan lansia yang masih beraktivitas tanpa menggunakan masker. Karena itu, Karang Taruna berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pembagian masker dapat membantu masyarakat sekaligus mendorong kesadaran untuk menerapkan perlindungan diri selama kondisi udara belum membaik.
Masyarakat terutama kelompok rentan diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada kepentingan mendesak.
“Terutama masyarakat yang rentan, lansia, ibu hamil dan juga anak-anak, jika tidak ada kepentingan sebaiknya tidak usah keluar rumah, kalau pun keluar rumah pakai masker,” tegas Owena.
Masyarakat juga diimbau memperbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang terjadi di Mahulu.
Editor: Aspian Nur