Bantuan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Senin (31/8/2026) pagi tadi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terdiri dari 555 paket sembako senilai Rp100 Juta serta 5.000 masker yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Pimpinan Bankaltimtara Cabang Sendawar Sayid Muhammad Hasan mengatakan, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.
“Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi tentunya memberikan dampak bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, melalui Program CSR, Bankaltimtara berupaya memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang terdampak,” kata Sayid.
Sebanyak 555 paket sembako berisi beras, gula dan minyak goreng. Sayid mengakui bantuan tersebut belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat yang terdampak.
“Kami menyadari bantuan ini belum mencukupi seluruh kebutuhan yang ada, namun kami berharap dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di daerah,” ucap Sayid lagi.
Bupati Kubar Frederick Edwin mengapresiasi bantuan yang diberikan dan menyebut penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena dampaknya turut menyentuh kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat.
“Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan perbankan, dalam menjaga kebutuhan ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat yang rentan terdampak kabut asap,” ucapnya.
Frederick meminta bantuan yang diterima segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah kecamatan diminta memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan tidak tertunda.
Bantuan juga perlu mendukung kebutuhan petugas yang berada di lapangan. Personel BPBD, TNI, Polri dan relawan masih terlibat dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah rawan.
Khusus 5.000 masker, Frederick meminta agar segera dibagikan kepada masyarakat dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil dan warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
“Dalam penyerahan bantuan masker hari ini, saya mengimbau untuk menggunakan masker secara disiplin. Mari kita melindungi warga lemah yang menjadi prioritas utama dengan pembagian diberikan kepada anak-anak, orang lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan warga yang sudah memiliki riwayat sakit sesak napas,” harapnya.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Warga diimbau memperbanyak minum air putih dan segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan seperti batuk atau sesak napas.
Frederick menegaskan kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu terus diperkuat selama musim kemarau. Penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan Pentahelix yang melibatkan pemerintah, aparat, dunia usaha dan perbankan, masyarakat, akademisi serta media.
Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan warga dari dampak kabut asap selama penanganan karhutla masih berlangsung.
Editor: Aspian Nur