Melalui program tersebut, sebanyak 194 RT di seluruh Mahulu masing-masing menerima bantuan keuangan sebesar Rp100 juta yang difokuskan untuk pembangunan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta operasional penyelenggaraan pemerintahan di tingkat RT.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu, Surianto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat peran RT sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, dari total bantuan Rp100 juta yang diterima setiap RT, sebesar lima persen dialokasikan untuk kebutuhan operasional.
Rinciannya, tiga persen digunakan untuk pembiayaan administrasi, sedangkan dua persen diperuntukkan bagi honor pengurus RT yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
"Dari total bantuan yang diterima setiap RT, sebesar lima persen dialokasikan untuk kebutuhan operasional, meliputi tiga persen untuk pembiayaan administrasi dan dua persen untuk honor pengurus RT dalam menjalankan tugas pelayanan kepada warga," kata Surianto saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, di luar anggaran operasional tersebut, pemerintah daerah tetap memberikan insentif kepada para pengurus RT sesuai ketentuan dalam Peraturan Bupati Mahakam Ulu.
Insentif tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas peran RT dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, serta menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Surianto menambahkan, pemerintah daerah juga membuka peluang untuk mengevaluasi besaran insentif yang diterima pengurus RT.
Hal itu dilakukan menyusul adanya usulan kenaikan insentif yang disampaikan sejumlah pengurus RT karena meningkatnya tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
"Mengenai permintaan kenaikan insentif RT atas beban tanggung jawab yang dilaksanakan, pemerintah akan melakukan pembahasan lanjutan untuk itu," ujarnya.
Ia menegaskan, sebagian besar dana bantuan tetap diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing RT.
Dengan demikian, setiap lingkungan memiliki keleluasaan dalam merencanakan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Melalui Program RT tersebut, Pemkab Mahulu berharap pembangunan dapat berjalan lebih merata hingga tingkat lingkungan.
Selain mempercepat pembangunan skala kecil, program ini juga diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam merencanakan dan mengawasi pembangunan di wilayahnya masing-masing.
Editor: Erwin