Berdasarkan hasil yang diumumkan pada (23/6/2026), Kaltim keluar sebagai juara umum setelah berhasil meraih Juara I pada seluruh kategori yang diperlombakan yakni vokal solo, tari kreasi dan paduan suara.
Hasil tersebut menjadi bukti kemampuan kontingen Benua Etam dalam menampilkan kekayaan seni budaya daerah di tingkat nasional.
Prestasi pertama diraih pada kategori vokal solo melalui Angelina Jessica Vania asal Kubar yang berhasil meraih Juara I. Posisi kedua ditempati kontingen Papua Barat Daya, sementara tuan rumah Gorontalo berada di peringkat ketiga.
Keberhasilan itu berlanjut pada lomba tari kreasi. Penampilan kontingen Kaltim kembali memukau dewan juri hingga berhasil mengamankan Juara I. Gorontalo meraih Juara II, sedangkan Sulawesi Tenggara menempati posisi ketiga.
Dominasi Kaltim kemudian disempurnakan lewat kategori paduan suara. Tim paduan suara asal Kubar yang mewakili Kaltim tampil harmonis dan penuh penghayatan hingga kembali membawa pulang gelar Juara I. Daerah Istimewa Yogyakarta meraih Juara II, sementara Papua Barat Daya berada di posisi ketiga.
Dibalik keberhasilan tersebut, tersimpan kisah haru yang mengiringi perjuangan tim paduan suara. Yuni, anggota tim asal Kubar mengungkapkan formasi mereka tidak tampil lengkap karena satu rekan meninggal dunia sekitar sepekan sebelum keberangkatan menuju Gorontalo.
"Seharusnya kami berangkat 15 orang, tetapi hanya 14 orang karena satu teman kami meninggal seminggu sebelum keberangkatan. Juara ini kami persembahkan untuk teman kami yang telah berpulang," ujar Yuni kepada Korankaltim.com, Kamis (25/6/2026).
Kehilangan satu anggota menjadi duka mendalam bagi seluruh tim. Meski demikian, mereka sepakat untuk tetap memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada rekan yang telah berpulang. Semangat kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan hingga akhirnya mampu mengantarkan Kaltim meraih gelar juara umum.
Secara terpisah Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani mengapresiasi capaian luar biasa yang diraih kontingen Kaltim, khususnya para peserta asal Kubar yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
"Prestasi ini membuktikan Kalimantan Timur tidak hanya unggul dalam sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga mampu menampilkan kekayaan seni budaya daerah di tingkat nasional. Capaian ini sekaligus memperkuat nama Benua Etam sebagai daerah yang memiliki sumber daya manusia unggul, kreatif, dan berdaya saing," kata Nanang.
Pada PENAS XVII, Kaltim mengirim ratusan peserta dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk 78 peserta asal Kubar. Selain menjadi ajang berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inovasi di bidang pertanian serta perikanan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk memperkenalkan seni dan budaya daerah kepada masyarakat Indonesia.
Keberhasilan menyabet tiga gelar Juara I sekaligus predikat juara umum menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kaltim. Bagi Kubar, capaian tersebut turut menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki sumber daya manusia yang mampu berprestasi dan berkontribusi mengharumkan nama Benua Etam di tingkat nasional.
Editor: Aspian Nur
Ket foto : Tim paduan suara asal Kubar yang mewakili Kaltim tampil pada Pentas Seni Budaya dan Gita Nusantara PENAS XVII di Gorontalo (Foto KTNA Kubar)