Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Mahulu Didik Subagya mengatakan, sejumlah pekerjaan jalan saat ini masih berjalan, termasuk penanganan ruas jalan yang menghubungkan wilayah Long Bagun hingga kawasan perbatasan.
Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan penanganan sejumlah titik yang berpotensi menghambat akses masyarakat, termasuk lokasi longsor yang dapat mengganggu pelayanan publik.
“Kami sudah menggerakkan UPT (Unit Pelaksana Teknis) untuk menangani titik longsor yang berpotensi menghambat akses menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Ini menjadi prioritas karena menyangkut pelayanan masyarakat,” kata Didik kepada Korankaltim.com Rabu (3/6/2026).
Pembangunan akses jalan yang terhubung dengan proyek strategis daerah juga terus berlangsung. Salah satunya adalah akses menuju kawasan yang terhubung dengan pembangunan jalan oleh investor yang saat ini telah memasuki tahap pengerjaan di lapangan.
“Kalau melihat perkembangan di lapangan, alat-alat sudah bergerak. Target pembentukan badan jalan dapat selesai sekitar Agustus, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan pengaspalan,” sebutnya.
Selain jalan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Kampung Batu Majang dan Long Bagun juga terus dipersiapkan.
Saat ini dokumen perencanaan telah disusun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sementara Pemerintah Kabupaten Mahulu mendukung melalui penyusunan dokumen lingkungan dan pembangunan jalan pendekat.
“Perencanaannya sudah ada. Tahun ini kami upayakan seluruh dokumen selesai sehingga tahun depan sudah bisa masuk tahap konstruksi,” jelas Didik.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur saat ini menghadapi tantangan akibat kenaikan harga bahan bangunan dan biaya operasional alat berat yang dipengaruhi meningkatnya harga bahan bakar minyak.
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah perencanaan harus ditinjau kembali agar tetap sesuai dengan kemampuan anggaran dan kondisi pasar.
“Banyak harga material yang berubah, mulai dari batu, pasir, semen hingga biaya operasional alat. Karena itu beberapa perencanaan harus direview ulang agar pekerjaan tetap dapat berjalan,” papar Didik.
Pemerintah daerah juga terus mencari dukungan pendanaan dari berbagai pihak untuk membuka akses jalan di sejumlah wilayah. Terutama untuk sejumlah wilayah yang masih membutuhkan penanganan, termasuk di kawasan Kampung Long Pakaq Kecamatan Long Pahangai yang hingga kini masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Didik optimistis berbagai proyek yang sedang berjalan dapat meningkatkan konektivitas wilayah dan mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Mahakam Ulu.
“Kami tetap berupaya agar konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga akses masyarakat terhadap pelayanan dan pembangunan juga semakin meningkat,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur