PUPR Mahulu Fokus Kembangkan SPAM Berbasis Mata Air untuk Jamin Kebutuhan Air 20 Tahun ke Depan
2 menit baca0 kali dibaca

2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai mengarahkan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) berbasis sumber mata air sebagai solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Mahulu Didik Subagya mengatakan, kebijakan tersebut diambil setelah hasil kajian menunjukkan sumber air baku dari Sungai Mahakam tidak lagi ideal untuk dijadikan sumber utama air minum.
Kualitas air sungai saat ini memerlukan proses pengolahan yang lebih kompleks dan biaya yang lebih besar sebelum dapat didistribusikan kepada masyarakat.
“Saya tidak mau menggunakan air baku Mahakam. Dari hasil laboratorium, kualitasnya sudah tidak layak untuk dijadikan air baku. Kalau dipaksakan, perlakuannya banyak, penggunaan bahan kimianya banyak dan prosesnya lebih panjang,” ujar Didik.
Sebagai alternatif, Pemkab Mahulu memilih memanfaatkan sumber mata air yang dinilai lebih bersih dan lebih efisien dari sisi operasional.
PUPRPKP Mahulu melakukan kajian terhadap dua sumber mata air yang memiliki kapasitas cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami sudah melakukan kajian. Dua sumber mata air yang ada ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat Mahulu hingga 20 tahun ke depan,” kata Didik lagi.
Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, kebutuhan air bersih Mahulu dalam dua dekade mendatang diperkirakan mencapai sekitar 48 liter per detik dengan asumsi pertumbuhan penduduk sebesar lima persen. Sementara debit dari dua sumber mata air yang tersedia diperkirakan mampu mencapai sekitar 50 liter per detik.
“Artinya masih bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat untuk jangka panjang,” jelasnya.
Saat ini pengembangan jaringan SPAM terus dilakukan, termasuk pembangunan sistem distribusi baru di kawasan Long Bagun. Tahun ini pemerintah juga menyiapkan pembangunan booster tambahan guna memperluas cakupan pelayanan air bersih ke wilayah yang selama ini belum terlayani secara maksimal.
Pengembangan SPAM berbasis gravitasi menjadi salah satu keunggulan sistem yang diterapkan saat ini karena dapat menekan biaya operasional.
“Kami tidak menggunakan pompa. Sistemnya gravitasi, jadi biaya operasional sangat kecil. Listrik hanya digunakan untuk penerangan,” ujar Didik lagi.
Diakuinya pengembangan jaringan masih menghadapi tantangan, terutama akibat pembangunan sistem air bersih pada masa lalu yang belum terintegrasi dengan baik.
“Kelemahan pembangunan dulu tidak sinergis. Banyak jaringan lama yang bahkan sulit kami identifikasi lagi. Sekarang kami berupaya menghubungkan semuanya agar menjadi satu sistem yang terintegrasi,” ucapnya.
Didik optimistis pengembangan SPAM berbasis mata air tersebut akan meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat Mahulu sekaligus menjadi solusi berkelanjutan untuk kebutuhan air di masa depan.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
5 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 26 km barat laut Gorontalo Utara
01 Okt 2026, 18:51:40 WIB • Kedalaman 47 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG