Pengurus Masjid Al-Muhajirin, Mbah Sulis Wiyanto, mengatakan pembangunan masjid yang telah berjalan sekitar tiga hingga empat tahun terakhir sepenuhnya mengandalkan swadaya masyarakat dan jemaah tanpa bantuan dari pemerintah.
“Bangunan yang ada sekarang ini murni swadaya jemaah. Tidak ada bantuan dari pemerintah. Keramik dan kebutuhan pembangunan lainnya juga dari swadaya jamaah,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, pembangunan masjid dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Ia menegaskan tidak ada perbedaan peran antara pengurus dan jamaah karena seluruh proses pembangunan dilakukan bersama-sama.
“Saya hanya punya ide, kemudian ada yang menggerakkan, ada yang membantu. Dalam pelaksanaannya semua sama-sama bekerja,” katanya.
Meski bangunan utama masjid telah berdiri dan digunakan untuk kegiatan ibadah, sejumlah fasilitas pendukung dinilai masih jauh dari memadai.
Mbah Sulis menyebut kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penyediaan sarana penunjang yang lebih layak, mulai dari perlengkapan masjid, sistem pengeras suara, hingga fasilitas penunjang jamaah.
“Kebutuhannya masih banyak. Peralatan masih terbatas, termasuk sistem suara yang masih kurang,” jelasnya.
Selain itu, kondisi fasilitas penunjang seperti tempat wudhu dan kamar mandi juga masih sangat sederhana. Saat ini jamaah hanya menggunakan satu kamar mandi yang kondisinya belum selesai dibangun secara permanen.
“Tempat wudhu dan kamar mandi masih sederhana. Ini saja belum dikeramik, dindingnya masih seng,” ungkapnya.
Ia berharap ada perhatian dari berbagai pihak untuk membantu pengembangan sarana ibadah yang digunakan masyarakat muslim di wilayah Sebenaq dan sekitarnya.
“Apa yang saya sampaikan ini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kebutuhan umat muslim di wilayah Sebenaq,” katanya.
Selain fasilitas masjid, akses jalan menuju lokasi juga menjadi perhatian. Menurutnya, kondisi jalan yang masih terbatas turut memengaruhi kenyamanan masyarakat saat menuju masjid untuk melaksanakan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Saat ini jumlah jemaah tetap Masjid Al-Muhajirin tercatat sekitar 120 orang dan terus bertambah seiring perkembangan permukiman di sekitar wilayah tersebut.
“Kalau jamaah tetap sekarang sekitar 120 orang, belum termasuk jamaah baru yang terus bertambah,” pungkasnya.
Editor: Erwin