Selain melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak, pemerintah daerah juga menyiapkan sekitar 1.500 paket bantuan untuk masyarakat terdampak banjir.
Kepala BPBD Mahulu Agus Darmawan mengatakan, peninjauan dilakukan bersama Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, di dua kecamatan terdampak yakni Kecamatan Laham dan Long Hubung.
“Dalam kunjungan mendampingi wakil bupati di dua kecamatan ilir di Mahakam Ulu, Laham dan Long Hubung, kami juga melakukan pendataan ulang terhadap warga terdampak,” jelas Agus kepada Korankaltim.com Kamis (21/5/2026).
Pendataan ulang dilakukan karena data awal yang diterima dari kampung dinilai belum sepenuhnya akurat. Setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, ditemukan lebih banyak rumah warga yang terendam banjir, terutama di Kampung Datah Bilang.
“Karena data sebelumnya kurang akurat dan setelah melihat langsung di lapangan ternyata banyak rumah warga yang terendam, jadi kita sekaligus memperbaiki data yang telah dikirimkan oleh petinggi,” paparnya.
Dalam kondisi tanggap darurat tersebut, pemerintah daerah mulai menyalurkan bantuan logistik tahap awal kepada warga terdampak. Bantuan berupa beras lima kilogram, satu dus mi instan, dan minyak goreng diberikan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Saat ini sebanyak 30 paket bantuan telah disalurkan, sementara pemerintah daerah masih menyiapkan bantuan lanjutan dalam jumlah lebih besar menyesuaikan kondisi di lapangan. “Dalam kondisi tanggap darurat ini disediakan 30 paket bantuan. Yang berikutnya masih disediakan, kita estimasi sekitar 1.500 paket bantuan,” ucapnya.
Selain BPBD, Dinas Sosial Mahulu juga turut menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak banjir. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA) Dinas Sosial Mahulu, Zita Devung Paran mengatakan bantuan yang diberikan saat ini masih bersifat tahap awal sambil menunggu perkembangan kondisi banjir.
“Bantuan yang telah diberikan dalam keadaan tanggap darurat yaitu berupa beras lima kilogram, kemudian mi instan satu dus, dan minyak makan satu liter,” kata Zita.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan Dinas Sosial memastikan patroli serta pemantauan debit air terus dilakukan guna memastikan penanganan banjir dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Editor: Aspian Nur