Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Diantaranya beras Punokawan Rp75 Ribu, beras premium Rp73.500, beras SPHP Rp56.500, Minyakita 2 liter Rp29 Ribu, gula pasir Rp18.500, bawang putih Rp33 ribu, bawang merah Rp42 Ribu, hingga telur ayam Rp55 Ribu per tray.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat Rion mengatakan, program ini telah berjalan sejak awal tahun sebagai bagian dari langkah pemerintah menjaga keterjangkauan harga bahan pokok.
“Tujuan utamanya untuk stabilisasi pasokan, pengendalian harga pangan, sekaligus mendekatkan akses kebutuhan pangan kepada masyarakat,” kata Rion kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Pada tahun 2026 pemerintah menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak 63 kali yang tersebar di sejumlah wilayah di Kubar. Bahkan apabila dukungan anggaran pada perubahan tersedia jumlah pelaksanaan ditargetkan dapat meningkat hingga 100 kali.
Langkah tersebut dilakukan agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk warga yang berada di wilayah yang jauh dari pusat kecamatan.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya datang dari Dita Mardiana, warga Simpang Raya, yang mengaku sangat terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang jauh lebih murah dibandingkan di pasaran.
“Selisih harganya lumayan jauh. Kalau telur di pasar sekitar Rp73 Ribu disini Rp55 Ribu. Beras juga sekitar Rp73 Ribu disini, sementara di pasar bisa sampai Rp89 Ribu,” kata Dita.
Program seperti ini sangat membantu kebutuhan rumah tangga, terutama di tengah harga bahan pokok yang terus berfluktuasi. Ia berharap Gerakan Pangan Murah bisa digelar lebih rutin agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Kalau bisa lebih sering, misalnya setiap minggu, tentu sangat membantu kebutuhan keluarga,” harapnya.
Editor: Aspian Nur