Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, menjaga stabilitas pasokan, sekaligus menekan gejolak harga bahan pokok di Kubar.
Peluncuran gudang filial itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perwakilan pemerintah pusat, jajaran manajemen Bulog pusat dan regional serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kubar.
Wakil Bupati Kubar Nanang Adriani mengatakan keberadaan gudang filial menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem logistik pangan di daerah, terutama mengingat luasnya wilayah Kubar dan kebutuhan distribusi yang selama ini masih bergantung dari luar daerah.
Keberadaan gudang Bulog di Kubar diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras, agar tetap terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, ketersediaan stok pangan juga akan lebih mudah dipantau karena tersimpan langsung di daerah.
“Harapan pemerintah dengan adanya gudang ini tentu agar harga pangan, terutama beras, bisa tetap stabil. Fungsi gudang ini sangat penting sebagai tempat penyimpanan stok kebutuhan pangan di Kubar. Dengan lokasi yang lebih dekat, distribusi juga akan jauh lebih mudah dan efisien,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Gudang tersebut nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk penyimpanan beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan strategis lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menyebut kerja sama antara Pemkab Kubar dan Bulog menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said menjelaskan gudang filial yang saat ini digunakan merupakan fasilitas pinjam pakai dari Pemkab Kubar kepada Bulog.
Untuk tahap awal, Bulog telah menempatkan stok sekitar 30 ton yang terdiri dari beras SPHP, beras premium, dan minyak goreng. Jumlah tersebut akan terus ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan distribusi di lapangan.
“Sekitar 50 ton lagi akan masuk secara bertahap karena kapasitas gudang masih cukup besar. Gudang ini mampu menampung hingga sekitar 500 ton,” kata Musazdin.
Keberadaan gudang filial ini nantinya tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat Kubar, tetapi juga dapat mendukung distribusi pangan ke wilayah terdekat seperti Mahakam Ulu.
Selama ini distribusi dari Samarinda membutuhkan waktu tempuh cukup panjang dengan biaya logistik yang tinggi. Dengan adanya gudang transit di Kubar, masyarakat akan lebih mudah mengakses kebutuhan pokok strategis yang dikelola Bulog.
Selain pengoperasian gudang sementara, Bulog juga telah menyiapkan pembangunan kompleks pergudangan permanen di Kubar. Pemkab Kubar disebut telah menghibahkan lahan seluas 1,7 hektare, dan saat ini proses administrasi masih berjalan sebelum masuk ke tahap tender pembangunan.
Editor: Aspian Nur