Satu diantara langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar pelatihan pelayanan kontrasepsi bagi bidan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Mahulu dr Petronela Tugan menjelaskan, peningkatan kualitas pelayanan kontrasepsi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di daerah.
Pelayanan kontrasepsi yang baik tidak hanya berkaitan dengan pengendalian angka kelahiran, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan ibu dan anak.
“Peningkatan kualitas pelayanan kontrasepsi menjadi salah satu kunci keberhasilan program Keluarga Berencana,” kata Petronela kepada Korankaltim.com disela pelatihan Kamis (14/5/2026) hari ini.
Melalui pelayanan kontrasepsi yang berkualitas, pemerintah dapat menekan angka kematian ibu dan bayi, mengurangi angka unmet need atau kebutuhan kontrasepsi yang belum terpenuhi serta membantu pengaturan jarak kehamilan secara lebih sehat.
Selain itu, pelayanan KB yang optimal juga dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting di daerah. Dengan pengaturan kehamilan yang tepat, kondisi kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak dapat lebih terjaga.
“Melalui pelayanan kontrasepsi yang berkualitas, dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan angka unmet need, mengatur jarak kehamilan, serta mencegah stunting secara tepat sasaran,” paparnya.
Pemerintah setempat menilai peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat pelayanan dasar di bidang kesehatan, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan Mahulu.
Karena itu, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis para bidan, tetapi juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapatkan akses layanan yang lebih baik dan merata.
Editor: Aspian Nur