Kepala UPT Puskesmas Linggang Bigung Felisitas Syahrizat menjelaskan, gangguan fasilitas itu sudah terjadi sejak awal bangunan mulai digunakan. Kondisi tersebut bahkan berdampak langsung pada aktivitas tenaga kesehatan saat memberikan pelayanan kepada pasien.
“Untuk wastafel memang dari awal sudah bermasalah. Ada yang airnya mengalir kecil, bahkan ada yang sama sekali tidak keluar. Padahal dokter, perawat, maupun dokter gigi membutuhkan wastafel untuk mencuci tangan setelah melakukan tindakan medis,” kata Feli kepada Korankaltim.com Rabu (13/5/2026).
Akibat aliran air yang tidak lancar, tenaga kesehatan terkadang harus mencari titik air lain agar tetap bisa menjalankan prosedur pelayanan medis. “Kadang kami harus mencuci tangan ke arah dapur, karena wastafel di ruangan tidak berfungsi normal,” jelasnya.
Selain instalasi air, kebocoran atap juga menjadi persoalan yang belum tuntas. Beberapa titik memang sudah sempat diperbaiki, namun hingga saat ini masih ada satu titik kebocoran di area depan ruang tata usaha.
“Yang bocor sebagian sudah diperbaiki, tapi yang di depan ruang tata usaha sampai sekarang masih ada. Air masih mengalir lewat dinding,” papar Feli lagi.
Persoalan tersebut diakuinya telah beberapa kali disampaikan kepada pihak terkait sejak awal bangunan berdiri, namun hingga kini penanganan menyeluruh belum dilakukan.
“Bangunan ini dibangun tahun 2021 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Nilainya sekitar Rp6 sampai Rp7 miliar untuk satu puskesmas. Dan setahu kami, persoalan seperti ini juga terjadi di bangunan puskesmas lainnya,” sebutnya.
Tak hanya persoalan fasilitas, pihaknya juga menghadapi keterbatasan tenaga pendukung di lingkungan puskesmas. Saat ini, tidak ada petugas kebersihan maupun sopir ambulans, sehingga sejumlah tugas operasional harus ditangani sendiri oleh tenaga kesehatan.
“Kalau rumput sudah tinggi, kami gotong royong sendiri. Kalau ada pasien rujukan, bidan juga harus membawa ambulans sendiri. Menurut saya ini tidak wajar, karena tenaga kesehatan seharusnya fokus mengawasi kondisi pasien selama perjalanan,” ucap Feli.
Pihak Puskesmas berharap ada tindak lanjut dari instansi terkait agar perbaikan fasilitas dan pemenuhan tenaga pendukung dapat segera dilakukan, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah Linggang Bigung bisa berjalan lebih optimal.
Editor: Aspian Nur