Keterlibatan investor lokal dinilai penting agar pembangunan dapur program tersebut agar berjalan maksimal dan tepat sasaran mengingat selama ini beberapa kontraktor dari luar daerah yang sempat mendapatkan proyek pembangunan dapur di Mahulu justru belum merealisasikan pembangunan hingga sekarang.
“Harapan saya ke pusat, khususnya ke BGN, agar ada perhatian khusus untuk daerah perbatasan seperti Mahakam Ulu ini,” kata Ketua Yayasan Mahulu Membangun Rosandy Arief Septian kepada Korankaltim.com, Jumat (8/5/2026).
Yayasan yang dipimpinnya saat ini mendapat mandat dan rekomendasi langsung dari Bupati Mahulu Angela Idang Belawan untuk mendukung pembangunan dapur SPPG di wilayah tersebut.
Yayasan tersebut sudah menyiapkan lima titik dapur, termasuk satu dapur aglomerasi atau dapur besar yang akan melayani lebih dari 1.700 penerima manfaat.
“Untuk dapur besar aglomerasi itu penerima manfaatnya sekitar 1.700 lebih. Itu mencakup sekolah di Ujoh Bilang, Long Bagun dan Batu Majang,” ungkapnya.
Selain dapur besar di wilayah pusat pemerintahan, empat dapur lainnya direncanakan dibangun di wilayah hulu, khususnya Kecamatan Long Pahangai.
Progres pembangunan dapur besar aglomerasi sebenarnya telah mencapai sekitar 70 persen. Namun proses pembangunan sementara dihentikan karena belum adanya kepastian kebijakan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Pembangunan dapur besarnya sudah sekitar 70 persen. Tapi sampai saat ini kita hentikan karena memang belum mendapatkan kebijakan khusus terkait anggaran dari pusat,” ujar Rosandy lagi.
Sampai saat ini pihak yayasan juga belum memperoleh kepastian penentuan titik pembangunan secara resmi meski telah beberapa kali berkoordinasi ke pusat dengan membawa dokumen dan persyaratan yayasan.
Yayasan Mahulu Membangun sendiri sebenarnya telah terverifikasi dalam sistem BGN. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut konkret selain diminta menunggu proses evaluasi dari pemerintah pusat. “Kami sudah datang langsung membawa berkas yayasan dan yayasan kami juga sudah terverifikasi di situs BGN. Tapi sampai saat ini memang belum ada tindak lanjut, hanya disuruh menunggu,” ucap Rosandy.
Berdasarkan informasi yang diterima, saat ini pemerintah pusat masih melakukan audit terhadap sejumlah dapur SPPG di berbagai daerah sehingga berdampak terhadap proses penentuan kebijakan pembangunan dapur baru. “Bahasa yang kami dapat dari pusat, saat ini masih dilakukan pemeriksaan atau audit terhadap dapur-dapur yang bermasalah,” jelasnya.
Pembiayaan pembangunan dapur yang berjalan saat ini murni menggunakan dana mandiri yayasan. Pendiri Yayasan Yessi Christianto menggunakan dana pribadi untuk mendukung pembangunan tersebut. “Harapan kami, investor lokal bisa lebih dilibatkan. Jangan sampai lagi kontraktor dari luar Mahulu yang membangun dapur di wilayah Mahulu. Diutamakan dulu investor lokal, kalau memang tidak sanggup baru melibatkan investor luar,” tutup Rosandy.
Editor: Aspian Nur