Gangguan yang terjadi di lapangan lebih banyak disebabkan putusnya kabel fiber optik (FO cut) akibat aktivitas pengerjaan proyek jalan pada ruas Tering–Ujoh Bilang.
Hal ini dijelaskan Kepala Diskominfostandi Mahulu Markus Wan kepada Korankaltim.com Jumat (1/5/2026) hari ini yang menyebut secara umum fasilitas jaringan untuk kebutuhan pemerintahan masih berjalan normal karena telah didukung sistem cadangan.
“Sejak pemerintah mengeluarkan WFH, sebenarnya di Mahakam Ulu tidak ada kendala. Yang ada kendala ini seperti biasa karena FO cut,” kata Markus.
Pembangunan jalan tetap menjadi prioritas daerah, namun pekerjaan konstruksi di lapangan diharapkan dilakukan lebih hati-hati agar tidak merusak jaringan telekomunikasi yang berada di sekitar jalur proyek.
Karena itu Diskominfostandi telah menyurati Dinas Pekerjaan Umum Kaltim agar mengingatkan para kontraktor untuk lebih waspada saat melakukan pekerjaan cut and fill, pelebaran jalan, maupun penurunan badan jalan.
“Kami sudah menyurati PU Provinsi agar para kontraktor lebih berhati-hati dalam pengerjaan jalan,” jelas Markus lagi.
Layanan internet milik pemerintah daerah relatif aman karena telah tersedia jaringan cadangan. Fasilitas tersebut melayani kantor OPD, kecamatan, puskesmas hingga sekolah.
“Khusus fasilitas pemerintah, kami sudah menyiapkan wifi dan internet untuk OPD sampai kecamatan, puskesmas, dan sekolah. Tidak ada masalah sebenarnya,” tegasnya.
Sebaliknya, gangguan lebih banyak dirasakan pelanggan swasta karena sebagian besar bergantung pada jaringan fiber optik dengan kapasitas cadangan terbatas. Saat kabel utama terputus, akses internet masyarakat ikut terganggu.
Setiap kerusakan kabel di lapangan diminta segera dilaporkan agar proses perbaikan bisa dilakukan lebih cepat. “Kalau ada yang terputus segera diinformasikan dan jangan ditutup, supaya titik kerusakan mudah ditemukan,” pungkas Markus.
Editor: Aspian Nur