Keputusan itu diambil setelah munculnya mosi tidak percaya dari 27 cabang olahraga (cabor) serta adanya dorongan evaluasi kepemimpinan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim.
Surat pengunduran diri tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Kubar, Frederick Edwin, serta dikirim ke KONI Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (30/4/2026).
“Alhamdulillah, tadi sekitar jam 11 siang saya serahkan langsung ke Pak Bupati. Untuk KONI provinsi juga sudah saya sampaikan dan konfirmasi sore ini,” ujarnya kepada Korankaltim.com.
Ia menjelaskan, langkah mundur dipilih sebagai jalan cepat untuk meredam dinamika yang berkembang di internal organisasi. Menurutnya, jika persoalan ditempuh melalui mekanisme mosi tidak percaya, prosesnya berpotensi memakan waktu dan mengganggu persiapan kontingen Kubar.
“Kalau melalui proses organisasi, khawatirnya lama. Sementara kita dikejar persiapan Porprov di Paser bulan November,” katanya.
Sehari sebelumnya, sebanyak 27 cabor menyampaikan mosi tidak percaya dalam pertemuan bersama Bupati Kubar di kediaman pribadi kepala daerah. Aspirasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.
Namun demikian, Agus menegaskan pengunduran dirinya tidak dipengaruhi intervensi pihak mana pun. Ia menyebut sikap bupati lebih pada bentuk kepedulian terhadap kemajuan olahraga daerah.
“Tidak ada intervensi. Beliau hanya ingin yang terbaik untuk olahraga dan atlet di Kutai Barat,” tegasnya.
Selain faktor organisasi, Agus juga mengaku harus fokus pada tanggung jawab lain, khususnya di sektor ketahanan pangan. Ia menyinggung kondisi El Nino yang saat ini membutuhkan perhatian serius.
“Saya juga ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan, apalagi situasi El Nino, jadi harus benar-benar fokus,” ucapnya.
Terkait isu yang berkembang di kalangan cabor, termasuk soal pengelolaan anggaran, Agus memastikan seluruh proses masih berjalan dan kini tinggal menunggu hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kita tinggal menunggu LHP dari BPK. Semua data sudah kami serahkan dan saya tetap kooperatif membantu pemeriksa,” ujarnya.
Agus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan olahraga di Kubar serta mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan selama menjabat.
Ia berharap, kepemimpinan KONI ke depan dapat membawa organisasi lebih solid dan mampu meningkatkan prestasi atlet daerah.
“Saya berharap ke depan KONI Kubar bisa lebih baik,” pungkasnya.
Editor: Erwin