Sebanyak 158 warga mengikuti seleksi pendamping kampung dan pendamping kecamatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu di Balai Pertemuan Umum (BPU) Ujoh Bilang hingga Selasa (28/4/2026) kemarin.
Seleksi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kapasitas pendampingan pembangunan di tingkat kampung dan kecamatan.
Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Mahulu, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program pemberdayaan desa.
Koordinator Tim Teknis Gerakan Pembangunan Masyarakat Adil dan Sejahtera (Gerbangmas) DPMK Mahulu, Beny Arianto, mengatakan jumlah peserta yang mendaftar mencapai 158 orang.
“Secara keseluruhan peserta yang ikut seleksi kurang lebih 158 orang. Mereka datang dari seluruh kecamatan dan kampung se-Kabupaten Mahulu,” ujar Beny Arianto saat dikonfirmasi, Rabu (29/4/2026).
Namun, dari jumlah tersebut hanya tersedia 95 formasi yang akan ditempatkan sesuai kebutuhan di setiap kecamatan maupun kampung. Kondisi ini membuat persaingan peserta cukup ketat.
Menurut Beny, proses seleksi dilaksanakan secara terbuka dan objektif agar pemerintah memperoleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta komitmen kuat dalam mendampingi pembangunan masyarakat.
“Jumlah yang dibutuhkan hanya 95 orang. Peserta terpilih nantinya akan ditempatkan di setiap kecamatan dan kampung,” katanya.
Pendamping kampung dan kecamatan nantinya diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat bawah, membantu pelayanan masyarakat, sekaligus memastikan program pemberdayaan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Melalui rekrutmen ini, Pemkab Mahulu juga ingin memperkuat peran masyarakat lokal dalam pembangunan, sehingga program pemerintah dapat lebih sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Editor: Erwin