Selain memantau pelanggaran pengguna jalan, rekaman CCTV juga membantu proses penyelesaian kasus kecelakaan lalu lintas.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Mahulu Papilus Panyu mengatakan, kamera pengawas yang dipasang mampu merekam berbagai pelanggaran di jalan, seperti pelanggaran rambu-rambu lalu lintas hingga kesalahan arus kendaraan di persimpangan.
“Dari pantauan CCTV yang kami pasang itu pelanggaran terhadap rambu-rambu, kemudian arus lalu lintas juga terlihat,” kata Papilus kepada Korankaltim.com Rabu (29/4/2026).
Dibeberapa titik seperti bundaran dan simpang jalan masih ditemukan pengendara yang memotong jalur atau melanggar aturan berkendara. Keberadaan CCTV dinilai penting untuk memantau perilaku pengguna jalan sekaligus menjadi bahan evaluasi peningkatan keselamatan berlalu lintas.
Rekaman CCTV juga pernah dimanfaatkan dalam penanganan kasus kecelakaan lalu lintas di kawasan Simpang Raisa.
Saat itu, data visual dari kamera pengawas digunakan bersama pihak kepolisian sebagai alat bukti dalam proses penyelesaian perkara.
“Beberapa hari lalu ada laka di Simpang Raisa itu oleh sinergi dengan kepolisian, datanya bisa digunakan sebagai bukti. Karena waktu itu sempat terjadi saling tidak mau disalahkan,” jelas Papilus lagi.
Dengan adanya rekaman CCTV, kronologi kejadian dapat diketahui lebih jelas sehingga mempermudah penentuan pihak yang bertanggung jawab dalam insiden kecelakaan.
Meski demikian Dishub Mahulu mengakui kualitas resolusi beberapa kamera masih perlu ditingkatkan, terutama untuk pemantauan pada malam hari.
Kondisi minim cahaya membuat hasil rekaman belum maksimal dibandingkan siang hari. “Kalau malam memang agak kurang, tapi kalau siang aman,” jelasnya.
Dishub Mahulu berencana terus meningkatkan sistem pengawasan berbasis CCTV, baik dari sisi jumlah perangkat maupun kualitas gambar. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran, meningkatkan disiplin pengguna jalan, serta mendukung keselamatan lalu lintas di wilayah Mahakam Ulu.
Editor: Aspian Nur