Florianus Nyurang, orangtua siswa SMA Negeri 1 Long Bagun mengungkapkan, meskipun perkembangan dunia pendidikan terus mengalami kemajuan terutama dari sisi teknologi namun kualitas pengawasan terhadap siswa justru dinilai menurun.
Sekolah saat ini menurutnya cenderung lebih fokus pada kegiatan belajar mengajar, sementara fungsi pendidikan dalam membentuk karakter dan kedisiplinan siswa belum berjalan maksimal. “Sekolah bukan hanya tempat mengajar, tetapi juga tempat mendidik. Namun sekarang ini, fungsi pendidikan itu mulai berkurang,” sebut Florianus kepada Korankaltim.com Jumat (24/4/2026) hari ini.
Mantan Kepala Sekolah SMA Mahakam Laham itu menyoroti masih adanya pelajar yang berkeliaran di luar lingkungan sekolah pada jam belajar, bahkan dalam beberapa kesempatan sekolah terlihat sepi saat seharusnya kegiatan belajar berlangsung. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif, termasuk risiko siswa terlibat dalam aktivitas di luar pengawasan yang tidak diinginkan.
Selain itu pengawasan internal di sekolah menurutnya masih lemah, termasuk dalam hal kehadiran siswa. Florianus menemukan adanya praktik dimana pencatatan absensi tidak dilakukan langsung oleh guru, melainkan diserahkan kepada siswa. “Ini yang perlu diperhatikan, karena kehadiran siswa itu penting untuk memastikan proses belajar berjalan dengan baik,” tegasnya.
Namun dirinya tetap mengapresiasi peran orangtua dan pihak sekolah dalam mendukung kegiatan pendidikan termasuk keterlibatan aktif dalam berbagai agenda sekolah.
Kedepan diharapkan ada peningkatan komitmen dari pihak sekolah dalam menjalankan fungsi pendidikan secara utuh, tidak hanya mengajar tetapi juga membina dan mengawasi siswa secara maksimal. Dengan penguatan pengawasan dan peran pendidikan, diharapkan lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman, disiplin dan mampu membentuk karakter siswa secara menyeluruh.
Editor: Aspian Nur