Penyuluh Pertanian dari BBPBRMP Kalimantan Timur Kementerian Pertanian Ludy Kartika Kristianto, menjelaskan, sejumlah varietas unggul telah diuji dan mulai dikembangkan di Mahulu.
“Varietas yang dikembangkan seperti Inpari 32, Mekongga, hingga Biomonas, ini merupakan benih unggul yang diharapkan mampu meningkatkan produksi padi di Mahulu,” kata Ludy kepada Korankaltim.com Jumat (17/4/2026).
Penggunaan varietas unggul menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan hasil pertanian, terutama di wilayah dengan keterbatasan lahan seperti Mahulu.Kondisi topografi Mahulu yang berbukit menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sawah dalam skala luas. Hal tersebut membuat pola pertanian tidak bisa dilakukan dalam satu hamparan besar seperti di daerah lain.
“Dengan kondisi berbukit, pengembangan sawah dalam satu hamparan luas cukup sulit. Pertanian di Mahulu cenderung dalam bentuk spot-spot,” papar Ludy.
Meski demikian, potensi sumber daya air dari Sungai Mahakam dinilai menjadi keunggulan tersendiri yang dapat mendukung pengembangan pertanian di wilayah tersebut. Tantangan kondisi geografis tidak menjadi penghambat utama, selama petani mampu beradaptasi dan didukung dengan pendekatan yang tepat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bekerja sama dengan kelompok tani untuk meningkatkan produksi, sekaligus mendorong transformasi dari pertanian konvensional ke pertanian modern,” ucapnya.
Penguatan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh dan petani menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi pertanian di Mahulu, sehingga mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Editor: Aspian Nur