Dandim 0912/Kutai Barat (Kubar), Letkol Inf Doni Fransisco, mengakui bahwa hambatan tersebut cukup dirasakan, terutama dalam mendukung mobilisasi alat dan tenaga ke lokasi cetak sawah.
“Memang tantangannya akses menuju ke sini cukup sulit, tetapi semua tetap bisa dilaksanakan dengan baik karena adanya kekompakan di lapangan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Meski menghadapi kendala, pelaksanaan program tetap berjalan dengan mengandalkan kerja sama lintas pihak. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar kegiatan tetap bisa dilaksanakan secara optimal.
Di sisi lain, program cetak sawah dinilai tidak hanya berorientasi pada pembukaan lahan, tetapi juga sebagai upaya mendorong perubahan pola tanam masyarakat serta meningkatkan produktivitas pertanian.
Namun demikian, kondisi akses yang terbatas masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius ke depan, agar program serupa dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak wilayah.
Perbaikan infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan menuju kawasan pertanian, dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program sekaligus mempercepat pengembangan sektor pertanian di Mahulu.
Editor: Erwin